Minggu, 05 Juli 2026

SELALU TERSEDIA

Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa
(1Yohanes 1:7)



Ketika saya menyumbangkan darah beberapa waktu yang lalu, seorang perawat memberi saya sebuah kartu untuk dibaca sementara sejumlah darah mengalir keluar dari pembuluh darah saya. Kartu itu memperlihatkan persentase dari orang-orang yang mempunyai golongan darah yang berbeda. Di bawah ini adalah sebagian dari catatan tersebut:

O Positif....37,4%
A Positif....35,7%
A Negatif.... 6,3%
B Negatif.... 1,5%

Golongan darah yang paling jarang, yakni AB Negatif, hanya dijumpai pada satu orang di antara 167 orang, atau 0,6% dari populasi. Selanjutnya kartu itu memuat pernyataan yang menarik berikut ini: "Golongan darah yang paling jarang adalah golongan darah yang tidak tersedia saat Anda membutuhkannya."

Ini mengingatkan saya pada suatu jenis darah yang selalu tersedia bagi setiap orang yang membutuhkan. Dalam 1Yohanes 1:7 dikatakan, "Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa."

Hanya oleh kematian Kristus dan oleh curahan darah-Nya, harga penebusan atas segala dosa kita terbayar lunas (Ibrani 9:12,22). Jadi, kapan pun seseorang berseru dengan iman kepada Allah, menyesali dosanya, dan memohon pengampunan, maka ia akan memperoleh keselamatan.

Saya sangat bersyukur karena Yesus rela mati di kayu salib dan mengurbankan darah-Nya untuk saya, sehingga pengampunan itu tersedia saat saya membutuhkannya. Bagaimana dengan Anda? --DCE

YESUS MENGANGKAT DOSA-DOSA KITA DAN MEMBERI KITA KESELAMATAN 

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 04 Juli 2026

PIRING-PIRING KOTOR

Anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya (1Yohanes 2:28)



Ketika saya masih kecil, Ayah sering melakukan perjalanan ke kota lain untuk berkhotbah di gereja-gereja dan di konferensi-konferensi Alkitab. Kadangkala Ibu ikut bersamanya, sehingga kakak saya dan saya sendirian selama beberapa hari di rumah. Kami menikmati kebebasan itu, tetapi kami tidak suka bila harus mencuci piring.

Saya ingat bagaimana kami mencoba menghindari tugas yang tidak menyenangkan itu selama mungkin dengan menumpuk seluruh piring kotor, gelas-gelas, dan sendok-garpu setiap kali selesai makan. Di akhir pekan, semua tempat telah dipenuhi dengan barang-barang kotor. Lalu, di sore hari sebelum Ayah dan Ibu kembali, kami menyingsingkan lengan baju untuk membersihkan barang-barang yang kotor dan berantakan itu. Dan, kami menghabiskan waktu berjam-jam! Betapa malunya kami bila ternyata orangtua kami pulang lebih awal dari perkiraan.

Karena kita tidak mengetahui dengan pasti kapan Yesus Kristus akan datang (Matius 24:36,42,44), kita tidak boleh malas dalam mengiring Kristus. Pengharapan akan kedatangan-Nya yang dapat terjadi setiap saat seharusnya menolong kita untuk menjadi hamba yang "setia dan bijaksana" (ayat 45) dan hidup di jalan yang di dalamnya "kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu" ketika Dia datang (1Yohanes 2:28).

Ya, Kristus akan datang kembali, seperti yang telah Dia janjikan kepada kita. Mungkin juga hari ini! Masihkah Anda menyimpan "piring-piring kotor"? Sekaranglah waktunya untuk berbenah diri --RWD


HIDUPLAH SEOLAH KRISTUS MATI KEMARIN
DAN AKAN DATANG KEMBALI HARI INI

* Take from Renungan Harian