Minggu, 26 April 2026

GUNAKAN TALENTA ANDA

Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya (Markus 14:8)


Sebagaimana Maria dari Betania memberikan yang terbaik bagi Yesus (Markus 14:1-9), maka kita pun masing-masing harus memberikan milik kita yang terbaik bagi Tuhan. Upaya kita mungkin tampak tidak berarti, tetapi Allah dapat menggunakan apa yang tidak berarti itu untuk kemuliaan-Nya.

D. L. Moody bercerita tentang seorang pria yang menyeberangi Samudera Atlantik dengan menggunakan kapal. Ia mengalami mabuk laut yang parah dan mengurung diri di kabin. Suatu malam ia mendengar teriakan, "Ada orang jatuh ke laut!" Namun ia merasa bahwa tidak ada yang dapat ia lakukan untuk memberikan pertolongan. Kemudian ia berkata kepada dirinya sendiri, "Setidaknya saya dapat menaruh lentera saya pada tingkap di sisi kapal." Ia berusaha berdiri lalu menggantungkan lenteranya.

Keesokan harinya ia mendengar bagaimana orang yang berhasil diselamatkan tersebut berkata, "Saya nyaris tenggelam di tengah gelapnya malam. Namun pada saat yang tepat, seseorang menaruh sebuah lentera pada tingkap di sisi kapal. Ketika lentera itu menyinari tangan saya, seorang pelaut yang ada di sekoci penyelamat menangkap tangan saya dan menarik saya masuk ke sekocinya."

Setiap orang yang membawa lenteranya, atau menggunakan satu talentanya, sekecil apa pun, akan membantu melaksanakan tujuan Allah di bumi ini, dan memuliakan sang Juruselamat. Kita akan sangat bersukacita bila di kemudian hari Tuhan memandang kita, dan sambil tersenyum dengan penuh kasih Dia berkata, "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia .... Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu (Matius 25:21)--HGB


HIDUP KITA MERUPAKAN PEMBERIAN ALLAH BAGI KITA APA YANG KITA LAKUKAN DALAM HIDUP ADALAH PEMBERIAN KITA BAGI ALLAH 

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 25 April 2026

BERKUBANG DALAM DOSA

Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, ... baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Di akan mengasihaninya (Yesaya 55:7)


Seekor domba dan seekor babi memberi reaksi yang berbeda terhadap kubangan. Seekor domba yang terjebak dalam kubangan akan merasa tidak nyaman. Ia akan berjuang dan mengembik sampai dapat keluar.

Sebaliknya, seekor babi justru berkeliling mencari kubangan. Ketika menemukannya, ia akan meluncur masuk dengan kegirangan. Sebaliknya, ia akan menjerit bila ada yang berusaha mengeluarkannya dari situ.

Secara alami, dan tanpa pengendalian dari Roh Allah, seorang pendosa juga seperti seekor babi--mencari-cari yang jahat dan juga pencobaan, serta tidak ingin dibebaskan dari dosa. Namun, dalam Alkitab pengikut Kristus diumpamakan sebagai seekor domba yang seharusnya tidak pernah ditemukan dalam kubangan dosa.

Sungguh merupakan suatu fakta yang menyedihkan bahwa banyak domba milik Allah jatuh ke dalam dosa, tetapi orang Kristen yang sudah lahir baru tidak akan merasa nyaman di tempat tersebut. Mereka akan berseru memohon pengampunan dan penyucian. Dalam Mazmur 32, Raja Daud berkata, "Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari" (ayat 3). Namun kemudian ia mendapati bahwa Tuhan siap mengampuni dan membebaskannya bila ia mengakui dosanya kepada Tuhan (ayat 5). Hal yang sama juga berlaku bagi kita.

Apakah Anda sudah menyerah kalah pada pencobaan? Pernahkah Anda meragukan keselamatan Anda? Kembalilah kepada-Nya, maka Dia akan berbelas kasihan, dan memberi pengampunan dengan limpahnya" (Yesaya 55:7) --MRD


JALAN KEMBALI KEPADA ALLAH BERMULA DARI HATI YANG HANCUR

* Take from Renungan Harian