Sabtu, 18 April 2026

TUHAN BENAR-BENAR BANGKIT!

Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon (Lukas 24:34)


"Kejutan! Yesus hidup!" Dua orang yang berjalan dari Emaus, yang baru saja menjamu sang Penebus yang telah bangkit di rumah mereka, disambut oleh para murid dengan kabar bahwa Tuhan sudah tidak ada lagi di kuburan (Lukas 24:29-34).

Alangkah anehnya jika berita kebangkitan Yesus dianggap sebuah kejutan. Dia telah mengatakan kepada mereka berulang kali bahwa Dia akan bangkit setelah 3 hari (Matius 26:61; Markus 8:31; Yohanes 2:19). Namun, ketika Yesus disalibkan, murid-murid-Nya dirundung oleh kemurungan dan keputusasaan, meskipun mereka seharusnya bersukacita dan menantikan kebangkitan-Nya dengan penuh harap.

Hari kebangkitan-Nya adalah hari yang penuh sukacita dan kemenangan. Namun pada hari pertama kebangkitan-Nya, sebelum menyadari bahwa Yesus bangkit, mereka masih murung dan sedih. Injil Markus mengatakan bahwa mereka "berkabung dan menangis" (Markus 16:10), meski seharusnya mereka bersukacita.

Kebangkitanlah yang memberi makna pada salib itu. Kematian Kristus sendiri adalah kabar buruk, tetapi diikuti dengan kabar baik tentang kebangkitan-Nya dari kematian. Mengapa? Yesus telah menanggung dosa kita di Kalvari. Jika ada satu jiwa saja yang belum ditebus-Nya, maka Dia tentu masih berada di dalam kuburan. Kebangkitan-Nya adalah jaminan yang menunjukkan bahwa karya-Nya telah sempurna. Allah puas, dan Dia menunjukkan kepuasan-Nya itu dengan membangkitkan Yesus dari kubur (Kisah Para Rasul 13:32-33).

Haleluya! Tuhan benar-benar bangkit! -MRD


HIDUPLAH SEOLAH-OLAH KRISTUS MATI KEMARIN, BANGKIT PAGI INI DAN DATANG KEMBALI ESOK HARI!

* Take from Renungan Harian 

Jumat, 17 April 2026

BERSAMBUNG

Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang (Ibrani 13:14)


Apakah Anda menyukai cerita bersambung? Bayangkan seandainya Anda sedang membaca artikel dalam sebuah majalah atau sedang menonton acara televisi selama setengah jam, dan Anda sampai pada adegan ketika sang pahlawan terjun ke air untuk menyelamatkan kekasihnya yang hampir tenggelam. Kemudian Anda dibiarkan penasaran dengan kata-kata: "Bersambung." Sungguh mengesalkan buka!

Suatu ketika saya merasakan sesuatu yang berbeda ketika melihat tulisan pada sebuah batu nisan dari seorang pengikut Kristus. Tulisan itu berbunyi:


BERSAMBUNG DI ATAS SANA

Ya, hidup ini merupakan bab pertama dari buku kehidupan. Entah bab itu panjang atau pendek yang jelas itu bukan akhir kehidupan, melainkan masih bersambung. Menurut orang-orang percaya, bab itu akan bersambung di surga dengan Tuhan kita. Tidak ada kata "bersambung" antar bab; Anda tidak perlu menunggu sambungannya sampai bulan depan atau mendengarkan babak kesimpulannya minggu depan. Bab dua langsung mengikuti bab pertama tanpa perhentian. Bab itu berlanjut dengan segera, karena kita "beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2Korintus 5:8).

Apakah isi dari bab selanjutnya dalam kehidupan Anda? Cepat atau lambat bab itu akan ditulis, entah di surga atau di neraka. Ingat, ketika tiba saatnya bagi Anda untuk meninggalkan dunia ini, itu bukanlah akhir kisah. Kisah kehidupan Anda akan "bersambung"--tetapi di mana? --MRD


KEMATIAN MERUPAKAN BAB TERAKHIR DARI PERJALANAN WAKTU DI DUNIA INI TETAPI MERUPAKAN BAB PERTAMA DARI KEKEKALAN

* Take from Renungan Harian