Rabu, 15 April 2026

ANGIN KASIH

Siapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih (1Yohanes 4:8)


Seorang petani mempunyai petunjuk arah angin di lumbungnya yang di atasnya tertulis "Allah adalah kasih". Ketika teman-temannya menanyakan alasannya membuat tulisan itu, ia menjawab, "Ini untuk mengingatkan saya bahwa ke mana pun angin bertiup, Allah adalah kasih."

Pada saat "angin selatan" yang hangat dengan desaunya yang menyejukkan dan lembut membawa hujan berkat, Allah adalah kasih. "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas" (Yakobus 1:17).

Saat "angin utara" pencobaan yang dingin menerpa Anda, Allah adalah kasih. "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" (Roma 8:28).

Saat "angin barat" bertiup keras menerpa Anda dengan maksud menghukum, Allah adalah kasih. "Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya" (Ibrani 12:6).

Saat "angin timur" mengancam akan menyapu semua yang Anda miliki, Allah adalah kasih. "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:19).

Barangkali saat ini Anda sedang berkecil hati dan merasa putus asa. Apabila benar demikian kondisi yang Anda alami, ingatlah bahwa Allah tetap memelihara Anda. Sesuatu yang sedang Anda alami saat ini memang telah dikirim atau diizinkan terjadi oleh-Nya, demi kebaikan Anda.

Ya benar sekali, ke arah mana pun angin bertiup, Allah adalah kasih --RWD


TAK ADA PENDERITAAN YANG MENYUSAHKAN KITA JIKA KITA TAHU ALASAN ALLAH MENGIZINKANNYA HADIR

* Take from Renungan Harian 

Selasa, 14 April 2026

BERTAHAN HIDUP

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan
(Filipi 1:21)



Isaac Asimov menceritakan kisah penyeberangan di laut yang berombak besar. Selama penyeberangan, Pak Jones mabuk laut. Di saat yang sulit itu seorang pelayan yang ramah menepuk pundak Pak Jones sambil berkata, "Pak, kondisi seperti ini memang mengerikan. Tetapi ingatlah, tak pernah ada orang yang mati karena mabuk laut." Pak Jones mengangkat wajahnya yang pucat pasi, memandang pelayan yang penuh perhatian itu, "Nak, jangan berkata begitu! Justru pengharapan yang indah akan kematianlah yang membuat saya bertahan hidup."

Perkataan Pak Jones ini bukanlah sekadar ironi. Kata-katanya itu menggemakan perkataan Paulus kepada jemaat di Filipi. Ia mengatakan bahwa pengharapan yang indah akan kematianlah yang membuatnya terus bertahan (1:21). Namun demikian, ia tidak mencari pembebasan dari penderitaannya. Pengharapan Paulus berakar di dalam Kristus, yang telah mati di kayu salib bagi para pendosa, yang bangkit dari kubur pada pagi Paskah pertama, yang hidup di surga, dan yang suatu hari kelak akan membawa pulang Paulus ke hadirat-Nya.

Namun, bagaimana pengharapan untuk melihat Kristus, entah setelah kematian atau ketika Dia datang kembali, dapat membuat Paulus bertahan hidup? Pengharapan itu memberi makna pada setiap momen kehidupannya. Pengharapan itu memberinya alasan untuk hidup bagi Kristus. Itu juga memberinya semangat untuk memerhatikan sesama yang membutuhkan dorongannya. Paulus mengenal Kristus sebagai kehidupannya.

Ya Bapa, terima kasih atas Kristus yang telah bangkit. Dialah yang menjadi alasan bagi kami untuk hidup --MRD


MEREKA YANG SIAP UNTUK MATI ADALAH MEREKA YANG SANGAT SIAP UNTUK HIDUP

* Take from Renungan Harian