Selasa, 24 Maret 2026

LAKUKAN SESUATU!

Selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang (Galatia 6:10)


Beberapa tahun yang lalu, majalah Time memuat sebuah artikel tentang seorang dokter yang selamat dari pengeboman di Hiroshima. Ketika ledakan pertama terjadi, kira-kira 1,5 kilometer dari tempat kejadian, Dr. Fumio Shigeto sedang menunggu angkutan umum. Ia selamat karena terlindung di pojok sebuah bangunan beton. Sekian detik setelah ledakan terjadi, terdengar olehnya jeritan para korban di sekitarnya.

Tanpa mengetahui apa yang telah terjadi, sejenak Dr. Shigeto berdiri terpaku dalam keadaan bingung sambil bertanya-tanya dalam hati bagaimana caranya ia dapat mengatasi sejumlah pasien yang begitu banyak itu seorang diri. Kemudian, masih dalam keadaan sangat terpukul, Dr. Shigeto membuka tas hitamnya, dan mulai merawat korban yang berada paling dekat dengannya.

Tatkala melihat kebutuhan dunia yang begitu menyedihkan saat ini, saya pun menjadi bingung. Tentu saja Allah tidak menuntut saya untuk membantu semua orang yang membutuhkan. Beban itu tentu saja terlalu besar. Galatia 6 berkata bahwa kita harus "berbuat baik kepada semua orang," tetapi itu tidak berarti kita harus menjangkau semua orang. Yang jelas, kita harus menolong setiap orang yang dapat kita tolong setiap saat kita mendapat kesempatan untuk melakukan hal itu.

Saat Anda diperhadapkan pada kebutuhan rohani yang begitu besar dari dunia yang tersesat ini, janganlah berputus asa. Allah hanya meminta Anda untuk melakukan apa yang dapat Anda lakukan --MRDII


LAKUKAN APA YANG DAPAT ANDA LAKUKAN DI MANA PUN ANDA BERADA DENGAN APA YANG ANDA MILIKI

* Take from Renungan Harian 

Senin, 23 Maret 2026

PERKENALAN

Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku (Filipi 2:30)


Saya pikir ada salah cetak ketika pada jadwal acara sebuah konferensi kristiani tertulis waktu untuk perkenalan akan berlangsung selama dua setengah jam. Namun ternyata jadwal itu benar. Dan bagi saya, sesi itulah yang paling berkesan di akhir minggu.

Bukannya memperkenalkan dirinya sendiri, menceritakan pekerjaannya, atau keluarganya, setiap orang justru memperkenalkan temannya. Ada yang memperkenalkan teman yang sudah lama dikenalnya, tetapi ada juga yang memperkenalkan teman yang baru ditemuinya semalam. Setiap perkenalan mengungkapkan hal-hal yang menguatkan, dengan penekanan khusus pada keunikan dan nilai setiap individu.

Rasul Paulus adalah seorang “penyampai perkenalan” yang hebat. Ia memuji rekan-rekannya dalam hal iman dan pelayanan. Surat-suratnya diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada pria dan wanita yang sudah membantunya. Ia mengatakan dengan tegas bahwa Timotius adalah orang yang karakternya telah teruji, yang “sama seperti seorang anak menolong bapaknya” telah melayaninya dalam pelayanan Injil (Filipi 2:22). Ia juga memuji Epafroditus, yang nyaris mati karena pengabdiannya yang tak mementingkan diri sendiri kepada Kristus dan pelayanannya kepada orang lain (ayat 30).

Dalam dunia yang dipenuhi oleh keinginan untuk menjatuhkan, marilah kita semakin berusaha membangun orang lain dengan kata-kata kita kepada mereka dan perkataan kita tentang mereka. “Perkenalan” seperti itu bisa menjadi salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan setiap hari --David McCasland


PEKERJAAN KITA BELUMLAH BERAKHIR
SEBELUM KITA MEMBANGUN ORANG LAIN

* Take from Renungan Harian