Minggu, 08 Maret 2026

TANAMAN ANUGERAH

Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad (Yesaya 55:13)



Bacaan hari ini menyatakan bahwa Allah menumbuhkan pohon sanobar dan pohon murad di tempat semak duri serta kecubung pernah tumbuh memenuhi tanah. Perumpamaan ini mengingatkan kita bahwa Allah dapat menumbuhkan keindahan dan kebaikan di mana pernah tumbuh kejahatan.

Di mana sinisme pernah tumbuh, di situ juga pengharapan dan optimisme dapat muncul. Di mana sarkasme tumbuh dengan subur, di situ dapat muncul perkataan lembut yang menyembuhkan. Di mana keserakahan pernah tumbuh merajalela dan tak terkendalikan, di situ dapat bersemi kasih murni. Ini—kehidupan yang diubahkan—adalah tanda yang hidup dan kekal dari pekerjaan Allah, suatu tanda peringatan yang didambakan-Nya (Yesaya 55:13).

Apakah Anda merindukan perubahan seperti ini dalam hidup Anda? Maka "Carilah Tuhan selama Dia berkenan ditemui" (ayat 6). Terkadang kita letih oleh kejahatan di dalam diri kita, dan hati kita tersiksa karena merindukan kekudusan. Inilah panggilan Allah yang mengingatkan kita bahwa Dia dekat dengan kita. Di saat-saat seperti itu, kita perlu menancapkan akar kita sedalam-dalamnya pada firman Allah dan memohon agar Dia membentuk kita menjadi serupa dengan-Nya. Dia berkata bahwa "seperti hujan dan salju turun dari langit, dan ... mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan ... demikianlah firman-[Nya] yang keluar dari mulut-[Nya]" (ayat 10,11).

Carilah Tuhan selama Dia berkenan ditemui. Tanaman anugerah dapat menggantikan semak duri dari tabiat kita yang penuh dosa –DHR


ALLAH DAPAT MENGUBAH JIWA YANG TERCEMAR OLEH DOSA
MENJADI SEBUAH KARYA BESAR ANUGERAH

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 07 Maret 2026

PERCAYA PADA KOMPAS

Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh (Mazmur 32:8)



Seorang pelaut tua berulangkali tersesat di laut, sehingga teman-temannya memberikan sebuah kompas kepadanya dan mendesaknya untuk menggunakannya. Saat berlayar dengan kapalnya, ia mengikuti petunjuk mereka dan membawa kompas itu. Tetapi seperti biasanya, ia menjadi bingung dan tidak dapat menemukan jalan pulang. Akhirnya, ia ditolong oleh teman-temannya.

Muak dan tidak sabar dengannya, mereka bertanya, "Mengapa kamu tidak menggunakan kompas yang kami berikan? Kamu dapat menghindarkan kami dari banyak masalah!"

Pelaut itu menjawab, "Saya tidak berani! Saya ingin pergi ke Utara, tetapi walaupun saya telah mencoba sekuat tenaga untuk membuat jarum itu menunjuk ke utara, tetap saja jarum itu menunjuk ke arah Tenggara." Ia begitu yakin bahwa ia tahu ke arah mana utara itu sehingga dengan keras kepala ia mencoba memaksakan keyakinannya terhadap kompas tersebut.

Setelah kematian Musa, Allah berbicara kepada Yosua tepat sebelum ia memimpin bangsa Israel ke Tanah Perjanjian. Tuhan mengingatkan Yosua akan hukum-Nya dan memberitahukan, "janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi" (Yosua 1:7).

Mereka yang mengikuti instruksi dari Allah dan peringatan-Nya dihindarkan dari pengembaraan yang tak perlu dan dari sakit hati karena kekaraman dan kehancuran. Kita harus bertanya kepada Allah untuk menunjukkan jalan. Kemudian marilah mempercayai petunjuk arah melalui Firman-Nya [RWD]


UNTUK MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH PERCAYALAH PADA FIRMAN ALLAH

* Take from Renungan Harian