Minggu, 22 Februari 2026

KEBIJAKAN TERBAIK

Neraca yang betul, batu timbangan yang betul ... haruslah kamu pakai; Akulah Tuhan, Allahmu (Imamat 19:36)


Mantan ketua Institut Akuntan Publik Bersertifikat Amerika mengatakan bahwa etika dalam bekerja merupakan dasar dari kesuksesan bisnis. Ketika berbicara di hadapan para pemimpin bisnis dan pemimpin komunitas, Marvin Strait berkata, "Orang-orang ingin berbisnis dengan rekan yang dapat mereka percaya. Kepercayaanlah yang membuat bisnis berjalan. Itu merupakan landasan bagi sistem perusahaan bebas."

Di tengah berkembangnya skandal korporat dan menipisnya kepercayaan publik, pernyataan Marvin tersebut mengingatkan kita akan nilai kejujuran. Tanpa kejujuran, hidup dan pekerjaan kita tidak akan pernah sesuai dengan rancangan Allah.

Hukum dalam Perjanjian Lama mengatakan, "Neraca yang betul, batu timbangan yang betul ... haruslah kamu pakai; Akulah Tuhan, Allahmu" (Imamat 19:36). Selain itu Perjanjian Baru mengajarkan bahwa kebenaran dan kejujuran dalam segala perkataan dan perbuatan seharusnya menjadi ciri orang-orang yang telah ditebus oleh Kristus (Efesus 4:25-28).

Salah satu cara untuk menguji pilihan-pilihan kita setiap hari adalah dengan bertanya kepada diri sendiri, "Akan malukah saya seandainya membaca berita mengenai perbuatan saya di surat kabar, atau jika keluarga dan teman-teman saya mengetahui perbuatan saya itu? Apakah saya membiarkan atau malah mencari keuntungan dari tindakan tidak etis yang dilakukan orang lain?"

Kejujuran bukan hanya kebijakan terbaik, melainkan kebijakan Allah bagi setiap aspek kehidupan kita. Hidup berintegritas berarti menghormati dan memuliakan Dia --David McCasland

KEJUJURAN MERUPAKAN KEBIJAKAN TERBAIK --BENJAMIN FRANKLIN 

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 21 Februari 2026

KETELADANAN BELALANG

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik (Ibrani 10:24)


Seekor belalang yang melompat melintasi ladang tampak tak ada artinya. Namun ketika ia bergabung dengan belalang-belalang lain, sekawanan belalang itu akan segera melahap semua tanaman yang mereka lewati.

Belalang menunjukkan kekuatan kerja sama demi kepentingan bersama. Apa yang tidak dapat mereka lakukan sendiri, dapat diselesaikan bersama-sama. Dalam kitab Amsal di Perjanjian Lama, Agur, seorang yang berhikmat berkata, "Belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur" (30:27).

Kita dapat memetik pelajaran dari makhluk kecil ini. Para pengikut Kristus yang bekerja dan berdoa bersama-sama akan dapat membuat kemajuan yang jauh lebih besar bagi Dia daripada jika masing-masing berusaha sendiri. Pada saat orang-orang kristiani bersatu untuk melayani Tuhan, mereka dapat menjadi kekuatan yang luar biasa bagi Allah dalam memenuhi kehendak-Nya bagi gereja.

Meskipun Perjanjian Baru mendorong kita untuk memiliki iman secara pribadi dalam Yesus Kristus, tetapi tak sedikit pun disinggung tentang iman yang hanya mementingkan diri sendiri. Kita membutuhkan saudara seiman lain, dan saudara kita pun membutuhkan kita (Ibrani 10:24,25).

Marilah kita bersukacita dan ikut serta dalam membangun kekuatan dan persekutuan dalam satu tubuh Kristus. Gereja yang efektif akan mengikuti keteladanan yang ditunjukkan oleh belalang, yakni kerja sama dan kesatuan kita dalam Roh Kudus --Haddon Robinson


DENGAN BEKERJA SAMA KITA DAPAT MELAKUKAN LEBIH BANYAK DARIPADA YANG DAPAT KITA KERJAKAN SENDIRI

* Take from Renungan Harian