Minggu, 21 Juni 2026

RAKSASA DI LAUT DALAM

Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak (Kejadian 1:21)



Ikan paus biru adalah hewan paling besar yang pernah hidup. Beberapa di antaranya memiliki panjang 30 meter dan beratnya dapat melebihi 175 ton. Ikan paus biru terbesar yang pernah diukur memiliki jantung yang besarnya sama dengan mobil Volkswagen!

Di kitab Kejadian kita membaca, "Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air" (1:21).

Pada saat Sang Pencipta menyatakan diri-Nya kepada Ayub di dalam masa penderitaannya, Dia menggunakan raksasa dari laut dalam, termasuk si "buaya yang misterius", untuk menggambarkan kekuasaan-Nya yang Ilahi, sifat-Nya yang tak terselidiki, dan karakter-Nya yang tak terbandingi.

"Baru saja melihat dia [buaya], orang sudah terbanting. Orang yang nekat pun takkan berani membangkitkan marahnya. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku? ... Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku" (Ayub 40:28-41:2).

Allah menggunakan ikan paus, buaya, dan seluruh raksasa di laut yang dalam untuk mengingatkan kita bahwa Dia sebagai Pencipta alam semesta sangatlah luar biasa (Roma 1:20). Dia yang menciptakan makhluk-makhluk raksasa yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia adalah seorang Pribadi yang melampaui kendali serta pemahaman kita.

Sebagaimana badai dan petir yang menakutkan membuat kita berdiri takjub akan Sang Pencipta, begitu pula seharusnya ikan paus biru. Segala ciptaan Allah menunjuk pada kuasa-Nya yang kekal --HDF


DUNIA BERISI TANDA-TANDA YANG MENUNJUK KEPADA SANG PENCIPTA

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 20 Juni 2026

JUTAAN!

Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada (Lukas 12:34)


Film buatan Inggris berjudul Millions (Jutaan) mengisahkan secara menarik mengenai dua orang kakak beradik yang menemukan sekantong penuh uang, yang tidak jelas siapa pemiliknya. Si bungsu ingin menggunakannya untuk menolong orang miskin, sementara si sulung melihat uang itu sebagai jalan menuju popularitas dan hidup yang enak. Film itu membandingkan secara kontras kebebasan dari roh yang murah hati dengan kefrustrasian dari tangan yang menggenggam.

Saat berkhotbah dari Kejadian 3, pendeta saya berkata, "Kejatuhan manusia ke dalam dosa telah membuat tangan kita menggenggam kuat." Ajaran Yesus tentang iman dan kemurahan hati menuntun kita untuk membuka tangan. Dia berkata, "Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di surga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Lukas 12:32-34).

Kata-kata Tuhan mungkin terdengar begitu radikal, sehingga sulit bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara mempraktikkannya. Namun, jika kita benar-benar mencari tuntunan-Nya, Dia akan menuntun setiap langkah kita dan menjaga hati kita dari kekhawatiran.

Saya yakin, anak yang murah hati di dalam film itu telah memiliki tangan yang terbuka jauh sebelum jutaan uang jatuh ke tangan mereka --DCM


ADA LEBIH BANYAK KUASA DI DALAM TANGAN YANG TERBUKA DARIPADA TANGAN YANG TERGENGGAM

* Take from Renungan Harian