Minggu, 14 Juni 2026

PEMAZMUR YANG SINIS

Tuhan adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang (Mazmur 116:5)


Theodore Roosevelt memahami betul bahayanya bersikap sinis ketika ia mengungkapkan kata-kata, "Cara terburuk untuk mengarungi kehidupan ini adalah menghadapinya dengan sikap sinis."

Pemazmur hampir saja tergelincir dalam bahaya ini. Ia memiliki musuh yang licik dan jahat. Serangan yang dialaminya tidak beralasan dan keputusasaannya menjadi begitu dalam sampai ia mengira ia akan mati. Dalam kesepian dan sakit hati, ia lalu mengambil kesimpulan sendiri bahwa tak seorang pun yang dapat dipercayainya. Ia berkata dalam kebingungannya, "Semua manusia pembohong" (Mazmur 116:11).

Sikap sinis bagaikan virus yang menyerang roh dan menghancurkan hubungan kita, baik dengan sesama maupun dengan Allah. Sikap sinis mencurigai hal-hal yang buruk, bahkan pada orang-orang yang terbaik sekalipun. Ia dapat melihat lebih banyak keburukan pada sebuah lubang kunci daripada kebaikan pada sebuah pintu yang terbuka lebar.

Pemazmur hampir saja dikalahkan oleh musuh-musuhnya, bukan dengan pedang melainkan dengan kata-kata. Dan bahaya terbesar terjadi bukan karena fitnah yang dituduhkan kepadanya, melainkan karena pengaruh kejahatan itu di dalam jiwanyayang menghalangi hubungannya dengan Tuhan.

Hati-hatilah terhadap bahaya kesinisan. Hindarilah melakukan penghakiman terhadap orang lain dalam keputusasaan Anda. Pemazmur telah melakukan hal ini, tetapi dengan segera ia menyadari bahwa pandangannya keliru. Allah telah memimpinnya dan menggantikan sikap sinisnya dengan pujian yang mengharukan. Allah juga dapat melakukan hal yang sama kepada Anda -- HWR


SIKAP SINIS HANYA MELIHAT HAL-HAL YANG BURUK TETAPI IMAN MELIHAT HAL-HAL YANG BAIK

* Take from Renungan Harian