Rabu, 01 April 2026

TERIMAKASIH, TUHAN!

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita (1Yohanes 4:10)


Orang Barat seringkali berkata, "Terimakasih Tuhan, ini hari Jumat ini!" karena hari ini merupakan hari terakhir kerja mereka selama lima hari dalam seminggu. Meskipun demikian, banyak orang yang mengucapkannya hanya sebatas bibir saja, tanpa mengingat sang Pencipta. Mereka bersyukur karena selama dua hari libur, mereka bisa bersantai dan melakukan apa saja yang ingin mereka lakukan.

Pada hari yang jatuh pada hari Jumat ini, yakni Jumat Agung, berjuta-juta orang Kristen di dunia secara khusus memanjatkan doa ucapan syukur kepada Allah atas apa yang telah Dia lakukan melalui AnakNya 2000 tahun yang lalu.

Namun, mengapa kita menyebutnya hari yang "baik"? Bukankah hari tersebut adalah hari yang terburuk dalam sejarah? Anak Allah yang tidak berdosa, yang telah melakukan perbuatan baik, menyembuhkan orang sakit dan membawa pengharapan bagi kehidupan yang telah dirusak oleh dosa; dipaku di atas salib terkutuk. Peristiwa ini merupakan tindak kejahatan manusia yang terburuk. Lebih sesuai rasanya bila hari Jumat disebut sebagai hari kekalahan Allah. Di mana letak kebaikannya?

Rasul Paulus memberi kita jawaban. Pada hari itu, "Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" (Roma 5:8). Karena begitu besar kasih Allah, sulit bagi seorang jenius sekalipun untuk memikirkannya. Namun sekaligus sederhana sehingga seorang anak kecil pun dapat menerimanya. Dan kasih Allah ini berlaku bagi siapa pun yang mau nebgakui dosa-dosanya dan menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadinya.

Terimakasih, Tuhan! -- DJD


KRISTUS MENANGGUNG KEGELAPAN SEHINGGA KITA DAPAT MENIKMATI TERANG

* Take from Renungan Harian