Minggu, 14 Desember 2025

PERSIAPAN KE SURGA

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepadaMu, tubuhku rindu kepadaMu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair (Mzm 63:1)


Sebagian orang secara terus terang menyatakan bahwa mereka tidak ingin pergi ke surga. Ada orang yang berkata kepada saya bahwa mereka lebih senang berada bersama-sama dengan para sahabat minum mereka di neraka daripada berdesakan dengan jemaat gereja untuk pergi ke surga.

Memang kebanyakan orang mengungkap bahwa mereka berharap dapat pergi ke surga bila mereka mati kelak, namun saya sering bertanya-tanya apa yang membuat mereka berpikir bahwa mereka akan bahagia di surga kelak. Mereka mengabaikan Yesus Kristus dan tidak mau tahu tentang Allah. Mereka tidak tertarik membaca Alkitab, berdoa atau menyembah Allah. Namun mengapa di sisi lain mereka tiba-tiba dapat menyenangi persekutuan dengan Allah di surga?

Meskipun Daud tidak menyatakan keinginan untuk berada bersama Allah dalam kekekalan pada Mzm 63, namun tidak diragukan lagi bahwa ia memiliki kerinduan yang dalam akan Allah. Dan saya percaya bahwa sikap dan tindakan saleh yang kita lakukan dalam hidup kita saat ini akan menyiapkan kita dalam menikmati kebahagiaan di surga kelak selama kekekalan.

Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan yang menggugah kesungguhan hati. Kita berkata bahwa kita ingin Allah bertakhta dalam hidup kita, tetapi seberapa besar keinginan kita untuk bersekutu denganNya? Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk membaca firmanNya, berdoa, dan menyembah Dia? Seberapa besar keinginan kita untuk menyenangkan Dia? Apakah jiwa kita benar-benar haus dan hati kita benar-benar rindu akan Dia? Jika memang demikian, kita dapat berkata seperti Daud,"Jiwaku melekat kepadaMu" (ayat Mzm 63:7). -- HVL

SAAT INI ADALAH WAKTU YANG DAPAT DIINVESTASIKAN BAGI KEKEKALAN

* Take from Renungan Harian