Rabu, 10 Februari 2021

MUSUH ATAU SAHABAT?

Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang...tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang (Yohanes 3:20- 21)



Ketika saya masih di sekolah menengah, saya menikmati kegiatan perdebatan dalam satu kelompok. Tujuan kita bukanlah menyatakan kebenaran, tetapi meyakinkan para hakim untuk melihat bahwa bukti-bukti kami lebih kuat daripada lawan-lawan kami. Akibatnya, saya tidak menyambut baik suatu kebenaran tatkala seseorang dari kelompok lain memunculkan "terang" dari masalah tersebut dan memperlemah kasus saya.

Berdebat melawan kebenaran mungkin dapat diterima dalam suatu perdebatan, tetapi hal ini merupakan hal yang sangat salah dalam kehidupan yang sebenarnya. Sikap kita terhadap kebenaran pada akhirnya akan menentukan tujuan akhir kita -- surga atau neraka.

Saat ini banyak orang yang berpengaruh (memiliki kedudukan) secara terbuka memperlihatkan kebencian mereka terhadap "terang." Sebuah buku yang belum lama ini terbit, misalnya, menggambarkan bahwa Yesus Kristus memiliki tiga orang istri. Sama sekali tidak ada alasan atas pernyataan demikian, tetapi para penelaah menganggap bahwa buku tersebut dapat dipercaya. Mungkin mereka belum membaca kisah hidupNya yang sebenarnya, atau barangkali mereka tidak mau percaya bahwa Dia adalah Anak Allah yang tidak berdosa dan Terang yang akan mengadili kita semua pada suatu hari.

Yesus berkata bahwa mereka berbuat jahat, yakni mereka yang tidak datang kepada terang dan membenci terang, supaya perbuatan-perbuatan yang jahat itu tidak nampak (Yohanes 3:20-21).

Tuhan, tolong kami untuk mencintai kebenaran agar kami selalu menyambut baik "terang," meskipun "terang" itu menyatakan kesalahan kami -- HVL


KITA TIDAK BERADA DI DUNIA UNTUK TERBIASA DENGAN KEGELAPAN TETAPI BERCAHAYA SEPERTI SINAR


* Take from Renungan Harian