Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah (Luk 2:19-20)
Malam kelahiran Yesus sangat mendebarkan bagi Maria dan Yusuf. Di sana, di depan mata kepala mereka sendiri, tergolek Bayi yang kedatanganNya telah diberitakan oleh malaikat. Para gembala juga melihat dan mendengar "sejumlah besar bala tentara sorga" memuji Allah dan memberitakan kelahiranNya (Luk 2:13). Betapa mendebarkan!
Namun beberapa hari setelah itu, Maria dan Yusuf akan segera menghadapi tugas-tugas yang umum dalam membesarkan seorang Bayi yang baru lahir dan semua tanggung jawab lain yang berkaitan dengan itu. Para gembala akan kembali ke lereng bukit untuk menggembalakan domba-domba mereka. Semua itu dapat mengakibatkan turunnya semangat, yang seringkali naik karena mengikuti luapan emosi.
Namun saya tidak percaya bahwa mereka mengalami "depresi setelah Natal." Maria tidak segera melupakan apa yang telah terjadi, dan para gembala tidak dapat dengan mudah melupakan apa yang telah mereka dengar dan lihat (Luk 2:19-20). Pemberitahuan malaikat terbukti benar dan hidup mereka dipenuhi dengan pengharapan baru.
Dua ribu tahun kemudian, kita tahu cerita lengkapnya. Yesus datang ke dunia untuk mati bagi dosa-dosa kita, lalu mengalahkan maut bagi kita dengan bangkit dari kuburNya. Kita tahu lebih banyak hal untuk direnungkan dan lebih banyak alasan untuk memuliakan Tuhan daripada Maria dan Para gembala. Kita tidak perlu mengalami turunnya semangat sehabis Natal. -- HVL
APAKAH SEMANGAT ANDA TURUN SETELAH NATAL? COBALAH LIHAT KE ATAS
* Take from Renungan Harian