Rabu, 30 Desember 2020

KELUAR DARI 'BUAIAN'

Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu (Ulangan 8:11)




Acara kesenian, musik dan perayaan Natal biasanya berpusat pada "kota kecil Betlehem" dan Sang Bayi yang terbaring di palungan, dengan seorang ibu yang tak puas-puasnya memandang si Bayi. Betapa kita menyenangi adegan-adegan indah yang menggambarkan kedatangan Yesus di dunia ini.

Namun, kita tak boleh hanya terpancang pada Bayi di palungan dalam pengenalan kita akan Kristus. Kita tidak menyembah kepada seorang bayi yang sedang tertidur. Hendaknya kita memiliki hubungan yang lebih mendalam dengan Kristus yang disalib, mati, bangkit dan naik ke surga.

1Samuel 7:17 menyatakan kepada kita bagaimana tabut perjanjian, yang melambangkan kehadiran dan kekuasaan Allah, sudah lama terlantar di desa terpencil (1Samuel 7:2). Bangsa Israel sudah lama tidak menyembah Allah yang Mahakuasa. Mereka telah menyisihkan dan melupakanNya.

Bagaimana mereka dapat berbuat seperti itu? Kita mungkin bertanya, tetapi sebenarnya banyak di antara kita juga melakukan hal yang sama seperti mereka. Apakah kita mempedulikan Yesus hanya pada hari Natal? Apakah gambaran kita tentang Raja segala ciptaan hanya sebatas Bayi yang terbungkus kain lampin? Maka, tak heran jika kita pun tak pernah menemukan arti Natal yang sesungguhnya.

Kita tak dapat memandang Yesus hanya sebagai sebuah adegan Natal. Dia merindukan hubungan yang lebih erat dan indah bersama kita. Sebagaimana bangsa Israel harus memperbarui kembali pengertian mereka akan Tabut Tuhan dan mentaatinya dalam kehidupan sehari-hari, marilah kita mengeluarkan Kristus dari "buaian" dan mempersilakan Dia memasuki kehidupan kita -- DCE


JIKA KRISTUS DIBIARKAN BERADA DI LUAR TENTU ADA SESUATU YANG SALAH DI DALAM 


* Take from Renungan Harian