Jumat, 06 November 2020

BERANGKULAN HATI

Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tanganNya atas mereka Ia memberkati mereka (Markus 10:16)




Dalam salah satu kisah di Alkitab tentang kehidupan Yesus semasa di dunia, diceritakan bahwa Yesus pernah memeluk anak-anak dan memberkati mereka (Markus 10:16). Dan hal ini tetap dilakukanNya sampai saat ini.

Seorang sahabat menceritakan kepada saya tentang percakapan kedua cucunya yang menyentuh hati. Matius, cucunya yang berusia lima tahun berkata kepada adiknya, Sarah, yang berusia tiga tahun, "Saya berbicara dengan Yesus dalam pikiran saya!" Sarah menanggapi, "Saya tidak, saya hanya bermanja-manja padaNya."

Banyak anak-anak Allah lainnya, dalam usia yang lebih tua, juga mengalami pelukan tanganNya yang tak kelihatan, yang selalu merangkul mesra dengan kasih yang tak berkesudahan. Lawrence, seorang rohaniwan di abad ke-17 yang merasakan kehadiran Allah di antara poci dan panci dalam dapur biara, menceritakan betapa ia demikian "diperhatikan dan dirangkul oleh Allah." Hudson Taylor, perintis penginjilan di Cina, menuliskan catatan demikian menjelang akhir hayatnya: "Aku begitu lemah sampai tak kuat untuk bekerja; aku tak dapat lagi membaca Alkitab, bahkan berdoa pun aku tak mampu. Yang dapat kulakukan hanyalah diam dalam pelukanNya seperti seorang anak, dan percaya."

Allah menghendaki kita tinggal tenang dalam pelukanNya dan mempercayaiNya seperti seorang anak kecil, baik kita yang muda maupun yang tua, yang kuat maupun yang lemah. Jika kita melakukannya, maka Dia pun, dengan RohNya, akan meletakkan tanganNya atas kita dan memberkati kita. Sudahkah Anda dan Allah saling memeluk hati hari ini? -- JEY


JANGAN MERONTA-RONTA -- TENANGLAH DALAM PELUKANNYA 


* Take from Renungan Harian