Rabu, 21 Oktober 2020

KATAKAN YANG SEBENARNYA

 Kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu (Kisah 7:51)



Menjadi seorang yang menyampaikan suatu berita yang tidak mengenakkan, bukanlah suatu hal yang mudah. Seorang penyiar yang menyampaikan prakiraan cuaca di televisi dapat membuat sedih masyarakat dengan ramalannya bahwa akan turun hujan pada hari libur. Hal ini sebenarnya bukanlah kesalahannya, namun para pemirsa tetap menjadi geram ketika menerima berita tersebut.

Dalam hal yang lebih serius tercatat, ketika Stefanus menegur para pemimpin agama Israel, ia mendapat banyak peringatan dan penganiayaan karena memberitakan tentang suatu kebenaran berkenaan dengan diri mereka. Ia mengritik nenek moyang mereka dan kesepakatan mahkamah agung dalam peristiwa pembunuhan Yesus Kristus. Semua yang diungkapkannya adalah benar. Namun apa yang terjadi setelah mereka mendengar tuduhan itu? "Mereka menyambutnya dengan gertakan gigi" (Kisah 7:54). Mereka menyeretnya keluar kota dan membunuhnya. Karena menyatakan kebenaran, Stefanus meninggal dirajam batu.

Ketika kita berbicara kepada orang lain tentang kemurnian, kebenaran, kejahatan karena dosa dan kesenangan duniawi, kita pun akan dikritik. Namun apa pun yang terjadi terhadap kita, tidak perlu takut karena kita dapat berseru kepada Allah sebagaimana yang dilakukan Stefanus. Kita akan mendapatkan penghiburan dalam pengenalan bahwa kita adalah milikNya dan pada akhirnya Dia akan membela kita.

Sebagai anak-anak Allah, mari kita berdoa agar memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran -- JDB


LEBIH BAIK MENYATAKAN KEBENARAN DAN DITOLAK DARIPADA MENYETUJUI AGAR DAPAT DITERIMA 


* Take from renungan Harian