[Elia berdoa], TUHAN, ambillah nyawaku.... Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu" (1Raja 19:4,15)
Orang yang dalam hidupnya tanpa pengharapan dapat melakukan tindak bunuh diri. Hal ini juga dapat terjadi pada seorang tawanan perang Italia yang ditahan di Amerika Serikat selama berlangsungnya Perang Dunia II. Ia menjadi sangat sedih setelah tahu bahwa istrinya telah meninggal di Italia. Pimpinan kamp, yang tahu bahwa orang ini dulunya adalah seorangg tukang batu, menawarkan kepadanya apakah ia dapat membangun sebuah kapel bagi penghuni markas itu. Tawanan perang itu menerima tugas tersebut, bahkan mengawasi sendiri jalannya pembangunan.
Saat ini kapel yang unik itu masih berdiri di Letterkenny Army Depot di Chambersburg, Pennsylvania. Tawanan yang dulunya amat remuk hatinya itu menemukan pengharapan baru dengan menggunakan talenta yang Allah berikan kepadanya untuk menjadi berkat bagi orang lain melalui pembangunan kapel itu.
Dalam 1Raja 19:21 kita membaca bahwa Elia remuk hatinya. Ia mengalami kelelahan secara fisik dan emosi setelah melarikan diri dari Ratu Izebel yang jahat. Dalam keputusasaan, ia meminta kepada Allah untuk mengambil nyawanya. Namun, malaikat Allah melayani kebutuhan fisiknya. Beberapa hari kemudian, Tuhan berbicara kepada Elia dan mengatakan kepadanya bahwa pekerjaannya belum selesai.
Jika Anda mengalami keputusasaan, langkah pertama untuk memperbarui harapan adalah dengan memperhatikan kebutuhan fisik Anda. Kemudian dengarkanlah suara Allah lewat firmanNya. Tuhan akan menunjukkan kondisi rohani Anda dan mengatakan kepada Anda apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi berkat bagi orang lain -- DJD
ALLAH MEMBERI HARAPAN KEPADA KITA SAAT KITA MEMBERI PERTOLONGAN KEPADA ORANG LAIN
* Take from Renungan Harian