Minggu, 13 September 2020

TUJUAN TERTINGGI

Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus (2Petrus 3:18)

Untuk apa Anda menjalani kehidupan di tahun-tahun yang berlalu dengan cepat di bumi ini? Adakah hal lain selain ketenaran, kekayaan atau pengaruh?

Ketika Thomas Naylor mengajar manajemen bisnis di Universitas Duke, ia meminta para mahasiswa yang mengikuti kuliahnya untuk menceritakan secara garis besar rencana strategis pribadi mereka. Ia melaporkan bahwa "dengan sedikit perkecualian, apa yang mereka inginkan dapat dibagi menjadi tiga kategori: uang, kekuasaan, dan harta benda -- harta benda yang amat mewah, meliputi rumah peristirahatan, mobil mewah buatan luar negeri, kapal pesiar, bahkan pesawat terbang pribadi." Inilah permintaan mereka terhadap fakultas: "Ajarlah kami bagaimana menjadi mesin pencetak uang."

Hal itu bukanlah ambisi yang perlu kita agungkan! Sama sekali tak ada pikiran untuk melayani tugas kemanusiaan atau pikiran terhadap nilai-nilai rohani! Meskipun demikian, apa yang diinginkan oleh para mahasiswa itu adalah hal yang diinginkan oleh banyak orang -- mungkin yang diinginkan sebagian besar orang.

Ambisi Rasul Paulus sangatlah berbeda. Keinginannya yang terbesar adalah mengenal Yesus dan menjadi makin serupa dengan teladanNya yang kudus (Filipi 3:10). Ia ingin melayaniNya dengan memberitakan kabar baik kasih karunia Allah yang telah mengubah hidupnya.

Apa tujuan hidup kita yang tertinggi? Apakah kita ingin menjadi mesin pencetak uang, yang tidak akan pernah dapat membeli kebahagiaan kekal? Atau inginkah kita menjadi lebih serupa dengan Yesus? -- VCG


ORANG YANG BIJAK MENETAPKAN TUJUAN DUNIAWINYA BERDASARKAN PEROLEHAN SURGAWI 


* Take from Renungan Harian