Selasa, 22 September 2020

PECAHAN ROTI PECAHAN HIDUP

"Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang" (Yohanes 6:12)

Ketika saya berbicara dalam sebuah seminar, saya mengedarkan satu ketul roti dan meminta setiap orang untuk memberikan tanggapan. Seseorang meremasnya dan berkata, "Roti ini segar." Lainnya berkomentar, "Baunya enak." Lainnya lagi mengamati, "Tampaknya bergizi."

Akhirnya seseorang berkata, "Itu semua benar, tetapi saya lapar!" Sambil berkata demikian, ia memotongnya secuil dan memakannya. Tanggapan orang ini menyimpulkan semuanya: Roti yang belum dipecahkan belumlah berguna.

Suatu hari Yesus menghadapi 5.000 orang yang kelaparan. Hanya dengan memecah lima ketul roti dan dua ekor ikan Dia dapat melakukan mukjizat untuk memberi makan orang banyak (Yohanes 6:11), dan Dia menolak untuk membuang potongan-potongan yang sisa (Yohanes 6:12).

Mukjizat ini tidak hanya memberi pertanda kematian Kristus di atas kayu salib -- pecahan yang membuat Roti Hidup itu tersedia bagi banyak orang -- tetapi hal ini juga berbicara kepada saya tentang kesediaan dipecah yang perlu dimiliki umat percaya jika mereka ingin dipakai Allah.

Apakah Anda takut menjadi orang yang tak berguna karena kesehatan yang menurun, harapan yang hancur, dan janji yang tak ditepati? Janganlah takut! Meskipun sesuatu kehilangan kegunaannya karena dipecah, ada dua hal yang menjadi lebih berguna: roti yang dipecahkan dan hidup yang dibagikan.

Jika Anda menyerahkan potongan hidup Anda kepada Allah, Dia tidak akan membuang remah-remah dari apa yang Anda alami -- JEY


SESUATU YANG PECAH MENJADI BERGUNA DI TANGAN ALLAH 


* Take from Renungan Harian