Selasa, 15 September 2020

KECERDIKAN SEMUT

Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas (Amsal 30:25)

Kita cenderung untuk mengambil teladan dari orang-orang yang terkenal di dunia. Namun orang yang bijaksana di masa lampau, yakni Agur, mengarahkan kita pada pandangan yang lain. Dalam Amsal 30:1-33 ia memberi kita teladan dari binatang-binatang kecil yang cerdik: semut, pelanduk, belalang dan cicak (Amsal 30:24-28).

"Semut, bangsa yang tidak kuat," kata Agur kepada kita, "tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas" (Amsal 30:25). Semua semut tahu secara naluri bila musim dingin akan tiba, sehingga mereka memanfaatkan dengan baik musim panas. Ketika kita makan roti dan minum, mereka giat mengumpulkan remah-remah makanan. Mereka menyimpannya dengan baik, dan ketika salju mulai turun, mereka telah memiliki persediaan makanan yang cukup.

Bagi kita, langkah pertama untuk "mempersiapkan diri bagi musim dingin" adalah dengan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. "Sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu" demikian kita diingatkan (2Korintus 6:2). Jika kita telah melakukan hal itu, sebagai umat percaya di dalam Kristus, masih banyak yang hal dapat dan harus kita lakukan. Jika kita mengacu pada "kecerdikan semut," kita akan bersiap bagi "musim dinggin." Kita dapat memperlengkapi diri kita sendiri dari masa-masa kesukaran dengan menyimpan firman Tuhan di dalam hati kita. Kemudian, jika kita menghadapi kesukaran hidup, kita mengetahui tempat di mana kita dapat memperoleh makanan bagi roh kita.

Jika suatu saat Anda melihat seekor semut, ingatlah bahwa musim dingin segera tiba! Saat yang terbaik untuk bersiap adalah hari ini -- HWR

SAAT UNTUK BERSIAP BAGI BESOK ADALAH HARI INI 


* Take from Renungan Harian