Baru-baru ini saya melihat sebuah foto yang memperlihat orang-orang yang sedang meninggalkan gereja setelah kebaktian. Mereka membawa Alkitab dan tersenyum. Sementara saya memandangi pria, wanita dan anak-anak itu, saya berpikir itulah Gereja yang sesungguhnya. Bangunannya tidaklah berubah dan akan tetap disebut sebagai "sebuah gereja." Tetapi batu bata yang tersusun itu tidak dapat berbicara dan bangku-bangku gereja tidak dapat bersaksi. Hanya orang-orang yang dapat melakukannya.
Pengarang R.C. Sproul menulis, "Di mana umat Allah berada, di situlah Gereja -- di bawah pimpinan Kristus dan didiami oleh Roh."
Ini adalah inti dari tugas yang Yesus berikan kepada murid-muridNya sebelum Dia meninggalkan mereka. Dia menjanjikan kuasa dari Roh Kudus dan berkata bahwa mereka harus menjadi saksiNya di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kisah 1:8). Dan ketika gereja abad pertama di Yerusalem mengalami penganiayaan, hal itulah yang terjadi. Mereka tersebar dan memberitakan Injil ke mana pun mereka pergi (Kisah 8:4).
Ketika orang-orang percaya di dalam Yesus Kristus mengakhiri ibadahnya, bangunan gereja tidaklah berubah, tetapi umat Allah -- Gereja -- menyebar ke dalam masyarakat. Sepanjang minggu mereka tetap menjadi Gereja di mana pun mereka berada di dunia ini -- di toko, perguruan tinggi, rumah makan dan tempat tinggal. Saya bertanya-tanya apakah dunia mendengarkan Injil dari Gereja? -- DCE
DUNIA TIDAK AKAN PERGI KE GEREJA TETAPI GEREJALAH YANG HARUS PERGI KEPADA DUNIA
Take from Renungan Harian