Sabtu, 06 Juni 2026

KONGRES KERAMAHTAMAHAN

Hendaklah kamu saling mengasihi ... usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! (Roma 12:10,13)


Izinkan saya menjadi orang pertama yang mengundang gereja untuk menghadiri Kongres Nasional Keramahtamahan. Kita dapat mengadakannya di Minneapolis di dekat restoran Betty Crocker Kitchens, dan mungkin kita dapat meminjam Pillsbury Doughboy sebagai simbol. Sebab, ternyata slogannya mengandung kebenaran yang unik, "Ungkapkan kasih lewat kue yang baru keluar dari oven."

Kata keramahtamahan dalam Alkitab berarti "mengasihi orang yang tak dikenal". Orang-orang yang datang ke gereja kadang kala merasa tidak diterima. Tak ada yang menyapa atau memerhatikan mereka. Akan tetapi, keramahtamahan dapat meruntuhkan penghalang dan membangun jembatan. Keramahtamahan dapat membuat orang-orang baru merasa lebih diterima daripada sekadar tulisan "Selamat Datang" dalam buletin gereja.

Bagi Anda yang tergoda untuk mengabaikan undangan saya ke Kongres Keramahtamahan karena sedang merencanakan sebuah pelayanan penginjilan, izinkan saya sungguh-sungguh menyatakan bahwa keramahtamahan sama sekali tidak bertentangan dengan penjangkauan, tetapi justru melengkapinya! Mengundang seseorang untuk minum kopi, menawarkan diri untuk mengasuh anak, membawakan makanan bagi seorang ibu yang sakit -- semuanya itu menunjukkan bahwa kita peduli. Dan orang-orang pasti mendengarkan orang yang peduli.

Setelah dipikir ulang, saya membatalkan undangan menghadiri Kongres Nasional Keramahtamahan. Sebaliknya, mari kita undang beberapa orang yang kesepian ke rumah kita dan menunjukkan kepada mereka keramahtamahan kristiani yang sejati --HWR


KERAMAHTAMAHAN KRISTIANI ADALAH JEMBATAN ANTARA HATI YANG TERBUKA DAN RUMAH YANG TERBUKA

* Take from Renungan Harian 

Jumat, 05 Juni 2026

WARNA BIRU

Katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka ... dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan (Bilangan 15:38)



Allah menyuruh anak-anak Israel untuk membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka yang di dalamnya "dibubuh benang ungu kebiru-biruan" (Bilangan 15:38). Jumbai-jumbai itu akan mengingatkan mereka untuk "melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu" (ayat 40). Benang biru -- seperti warna langit di atas -- berbicara tentang kuasa dan anugerah keselamatan Allah yang tak terukur.

Hari ini pun kita masih perlu diingatkan. Di dalam kesibukan hidup yang hiruk pikuk dan meresahkan, kita dapat dengan mudah melupakan Allah dan kasih-Nya bagi kita. Kita pun bisa lupa bahwa Dia hidup di dalam dan di sekitar kita serta mengasihi kita dengan kasih sayang yang kekal. Ada hal-hal yang dapat membantu mengingatkan kita akan kehadiran-Nya. Salah satunya adalah warna biru.

"Langkah pertama adalah mengingat," kata Aslan di dalam buku C.S Lewis The Silver Chair. Aslan, sebagai figur Kristus, mengatakan kepada Jill untuk "mengingat tanda-tanda" yang telah ia berikan kepadanya.

Jika Anda mengerti tanda-tanda Allah, seperti nilai penting dari warna biru, Anda akan lebih mudah mengingat kasih Allah. Warna biru dapat mengingatkan Anda akan dunia yang tak terlihat di atas dan di sekeliling kita; dunia yang tak terlihat namun nyata. Danau di tengah pegunungan, celah gletser, bunga forget-me-not berwarna biru di pegunungan, langit yang biru -- semuanya mengingatkan kita akan surga dan kasih Allah yang tak terukur.

Saat Anda melihat warna biru, ingatlah akan kasih Allah, dan khususnya kasih-Nya bagi Anda --DHR

BERKAT SEHARI-HARI MENGINGATKAN KITA AKAN ALLAH SETIAP HARI