Sabtu, 30 Mei 2026

DALAM KENANGAN

Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya? (2 Samuel 23:17)


Presiden Harry Truman pernah diminta berbicara pada proyek pengumpulan dana untuk anak-anak dari para pengawal Gedung Putih yang gugur dalam menjalankan tugasnya. Dengan berapi-api ia berkata, "Anda tak dapat membayangkan apa yang dirasakan seseorang ketika ia tahu orang lain mati untuknya."

Daud pastilah memiliki pengalaman yang serupa dengan tiga prajuritnya yang gagah berani. Ketika ia berkata ingin sekali minum air sumur Betlehem, maka Isybaal, Eleazar, dan Sama dengan sukarela menerobos kamp Filistin dan mengambil air sumur itu untuk Daud. Mereka sangat setia kepada pemimpinnya sehingga mereka rela mempertaruhkan nyawa untuk memenuhi keinginannya. Semangat mereka menggerakkan hati Daud sehingga ia bahkan tidak mau membasahi lidahnya dengan setetes pun dari air berharga itu. Alih-alih ia mencurahkan air itu sebagai persembahan kepada Tuhan dengan berkata, "Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya?" (2 Samuel 23:17). Tindakan mereka yang dengan rela mempertaruhkan nyawa sangatlah mulia.

Kebanyakan bangsa memiliki hari peringatan khusus bagi mereka yang telah bertempur dalam medan perang, khususnya mereka yang telah mengorbankan hidupnya demi mempertahankan kemerdekaan. Mereka pantas dipuji dan dihormati.

Berterimakasihlah kepada Allah atas para pahlawan dan keluarganya. Mintalah juga agar Dia menolong kita untuk ikut mempertahankan kemerdekaan, yakni dengan melakukan kebenaran dan mendoakan para pemimpin.


KEMERDEKAAN SELALU ADA HARGANYA

* Take from Renungan Harian 

Jumat, 29 Mei 2026

DI BALIK SENYUMAN

Engkau telah memberikan sukacita kepadaku (Mazmur 4:8)


Menurut sebuah artikel di harian The New York Times, tersenyum dapat menimbulkan perasaan yang menyenangkan. Penulis Daniel Goleman menyebutkan hasil sebuah eksperimen para peneliti yang mendapati bahwa mengatakan cheese [dilafalkan: 'ciz'] dapat membuat orang tersenyum dan menimbulkan perasaan senang. Sebaliknya, mengucapkan kata few [dilafalkan: 'fyu'] dapat menimbulkan ekspresi wajah yang berbeda, dan menimbulkan emosi yang negatif.

Hasil penelitian itu memang menarik, tetapi saya kira ada cara lain yang lebih baik untuk mendapatkan kedamaian dan sukacita yang sejati. Caranya bekerja dari dalam keluar, bukan dari luar ke dalam.

Dalam Mazmur 4, Daud mengemukakan beberapa tindakan yang dilakukannya ketika dilanda kesedihan. Ia meminta kelegaan dan belas kasihan Allah (ayat 2). Ia terhibur ketika mengetahui bahwa Allah berkenan kepadanya dan mendengar seruannya (ayat 4). Daud tinggal diam di hadapan Allah (ayat 5). Ia hanya tekun melakukan apa yang benar dan menaruh kepercayaan kepada-Nya (ayat 6). Ia menikmati jaminan yang pasti akan kedamaian dan keamanan dari Allah (ayat 9). Daud percaya akan memiliki sukacita (ayat 8) sebagai karunia dari Allah, bukan dari senyuman yang dipaksakan, yang barangkali hanya akan memberi perasaan senang yang bersifat sementara.

Bapa, tolong kami agar di saat-saat sedih kami berpaling kepada-Mu. Beri kami kedamaian dan sukacita seperti yang dialami Daud ketika berseru kepada-Mu -MRDII


HATI YANG DIJAMAH ANUGERAH ALLAH AKAN MENAMPILKAN SUKACITA DI WAJAH

* Take from Renungan Harian